Rumahku dijaga dua anjing cerdas: anjing sungguhan dan anjing-anjingan. Anjing sungguhan sungguh cerewet dan sok polisi: sepi berkelebat sedikit saja ia sudah panik lalu menyalak keras sekali. Anjing-anjingan sungguh kalem lagi pemalu: maklum, tubuhnya terbuat dari waktu, eh batu.
Entah mengapa malam lebih takut pada anjing-anjingan ketimbang pada anjing sungguhan sehingga anjing sungguhan jadi cemburu. "Aku yang sibuk menjaga rumah ini, kau yang lebih ditakuti. Dasar anjing!" kata anjing sungguhan kepada anjing-anjingan.
Aku sering terbangun dari tidurku mendengar dua ekor anjing bertengkar hebat di depan pintu. Dari suaranya aku bisa tahu bahwa anjing sungguhan makin lama makin frustasi. Aku baru sadar bahwa anjing-anjingan bisa lebih anjing dari anjing sungguhan. Tapi kalau tidak ada anjing sungguhan, anjing-anjingan pasti akan sangat kesepian. Bisakah kalian berdamai, hai anjing-anjingku?
Joko Pinurbo
Sumber: Kumpulan puisi Joko Pinurbo. “Telepon Genggam”. Penerbit Buku Kompas: DKI Jakarta. Tahun 2003 Masehi.
Posted:
Bekasi Kota, 22 Mei 2024 Masehi.
Teguh Triatmoko.
Siklus Bulan:
99% Pasang Naik.
KABAR CERITERA
Aku yang mencintaimu di kala senja. Saat itu ranum merah bibirmu merona indah. Apa kabar cinta? Ah, biasa saja. Ini bukan sekedar bahasa cinta biasa. Ini tentang misteri dibalik layar kaca. Aku dan kamu akan bahagia. Titik , ga pake koma! Bekasi, 5 Juli 2020 Masehi. Teguh Triatmoko. Siklus Bulan: 14 Dulkaidah 1953 Jawa. 14 Zulkaidah 1441 Hijriah. 100% Terang Bulan.
Komentar